Senin, 08 Juni 2009

Nila Nirwana: Solusi Performa dari Wanayasa

Nila Nirwana: Solusi Performa dari Wanayasa

Re-introduksi, mengembalikan kualitas genetik ikan nila yang menurun di level pembudidaya


Guna mengatasi permasalahan penurunan kualitas ikan nila di level pembudidaya, Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa-Purwakarta melakukan seleksi terhadap induk yang dimiliki hingga menghasilkan ikan ‘Nila Nirwana’, Nila Ras Wanayasa. Dan sudah dirilis pada 15 Desember 2006 lalu oleh Dirjen Budidaya DKP Made L Nurjana melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menurut Ir Sri Judantari, Kepala BPBI Wanayasa, keunggulan nila nirwana terletak pada kecepatan pertumbuhannya. "Pemeliharaan sejak larva hingga berbobot di atas 650 gr per ekor, dapat dicapai hanya dalam waktu 6 bulan, sementara nila jenis lain belum tentu bisa sebesar itu," terang wanita yang akrab disapa Yayi ini. Selain itu, bentuk tubuh nila nirwana relatif lebih lebar dengan panjang kepala yang lebih pendek. Hal ini menjadikannya memiliki strukstur daging yang lebih tebal dibandingkan dengan ikan nila lainnya. 

Ikan nila, yang mempunyai nama genus Tilapia, sejak awal diintroduksi dari Taiwan tahun 1969, langsung digemari para pembudidaya. Tingginya kemampuan ikan nila beradaptasi dengan lingkungan baru membuat jenis ikan ini menjadi salah satu primadona di kalangan pembudidaya ikan air tawar. Tidak heran jika penyebarannya di Indonesia menjadi sangat cepat.

Daya tariknya kian kuat semenjak masuknya ikan nila jenis GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) dan jenis nila GET (Genetically Enchanged Tilapia). Keduanya merupakan varietas baru ikan nila yang diintroduksi dari Filipina sepanjang 1995-1997. Kedua varietas baru ikan nila tersebut memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan jenis ikan nila yang ada di Indonesia sebelumnya.


Penurunan Kualitas

Sampai saat ini, ikan nila masih menjadi salah satu andalan (walaupun masih di bawah ikan mas) bagi para pembudidaya keramba jaring apung (KJA) di waduk Jatiluhur dan Cirata. Hal ini disebabkan masih tingginya permintaan terhadap ikan nila, selain harganya juga cukup tinggi dan relatif stabil.

Tetapi, penyebaran ikan nila yang sangat cepat ini ternyata memiliki efek negatif dari aspek kualitas. Perkembangannya menjadi tidak terkontrol, banyak terjadi perkawinan sekerabat (inbreeding), dan berdampak menurunnya kualitas genetik ikan nila. Penurunan kualitas genetik sudah dapat dipastikan akan menyebabkan turunnya performa, antara lain penurunan tingkat pertumbuhan, daya tahan tubuh dan kemampuan beradaptasi.

Fenomena penurunan kualitas ikan nila ini sebenarnya sudah disuarakan jauh-jauh hari oleh para pembudidaya KJA Cirata dan Jatiluhur. Pihak BPBI sering menerima keluhan dari para pembudidaya mengenai problem tersebut sejak akhir tahun 90-an. "Banyak pembudidaya yang mengatakan ikan nilanya tidak bisa besar, dan bentuk tubuh bulat seperti jengkol," tutur Yayi. Sehingga up grading kualitas komoditas ini menjadi sebuah keharusan. Dan melalui berbagai upaya, BPBI sampai pada titik reintroduksi nila nirwana.

Seleksi Famili

Untuk menghasilkan nila nirwana, BPBI melakukan seleksi dengan menggunakan metode ‘seleksi famili’ terhadap 18 famili nila GIFT dan 24 famili nila GET yang dimiliki selama 3 tahun. Seleksi ini dilakukan secara ketat terhadap benih-benih yang dihasilkan dari jenis ikan nila GIFT dan nila GET. 

Proses seleksi dimulai dari pencarian bakal induk yang baik, kemudian dipijahkan. Benih-benih yang dihasilkan selanjutnya diseleksi secara ketat terkait performa kesempurnaan tubuh dan pertumbuhannya. "Dari 500 ekor benih yang dihasilkan oleh tiap pasang famili yang diseleksi, paling kita hanya mendapatkan 10 pasang yang layak kita jadikan Great Grand Parent Stock (GGPS). GGPS inilah yang dinamakan nila nirwana," katanya menambahkan. 

Dari GGPS ini akan diperoleh induk dasar atau Grand Parent Stock (GPS) yang nantinya akan menghasilkan induk sebar atau Parent Stock (PS). PS ini merupakan induk akhir yang akan menghasilkan benih sebar untuk kebutuhan para pembudidaya. "Kualitas benih sebar turunan nila nirwana ini kita jamin sama dengan nila nirwana (GGPS)," tambah Yayi meyakinkan. 

Rp 2,5 juta untuk Induk

Nila nirwana produksi BPBI Wanayasa ini, selanjutnya akan disebar ke UPR-UPR (Unit Pembenihan Rakyat) yang ada di Jawa Barat. "Yang kita sebar ke UPR adalah level PS. Sedangkan GPS diperuntukkan Balai Benih Ikan (BBI) yang ada di tiap kabupaten se-Jawa Barat. Sementara GGPS akan tetap berada di BPBI Wanayasa. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas nila nirwana ini agar tidak menurun," kata Yayi. 

Selama tahun 2007, BPBI Wanayasa menargetkan produksi 100 paket induk nila (PS), dengan tiap paketnya terdiri atas 300 ekor nila betina dan 100 ekor nila jantan. Tiap paket indukan, BPBI menetapkan bandrol sebesar Rp 2.500.000,- bagi para pembenih. "Komposisi 300:100 merupakan perbandingan yang cukup baik untuk proses pemijahan. Sudah umum di kalangan pembudidaya 300 nila betina dibuahi oleh 100 nila jantan. Hal ini karena jumlah telur ikan nila relatif sedikit sedangkan jumlah spermanya banyak," ujar Yayi memaparkan.

Sumber : Majalah Trobos Feb-2007

1 komentar:

  1. UD. NABILA FARM

    Kami petani ikan nila dari Sleman-Yogyakarta yang sudah berpengalaman. Kami menjual dan bibit ikan nila berbagai ukuran. Melayani pengiriman keluar kota dan luar pulau. Alamat : Jl. Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta.
    Bibit ikan nila yang kami hasilkan adalah bibit nila berkualitas, telah terbukti dengan penanganan yang baik dan benar bibit nila hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan kami :
    Jenis : Nila Merah Super, Gesit, Nirwana, GMT dan GIFT
    Sistem pengairan : Air mengalir
    Sumber air : Mata air / irigasi
    Kolam : Tembok / Terpal
    Pakan : Pelet halus D0 dan butiran 781-1
    Kedalaman : 25 - 60 cm
    Kepadatan : 80 – 300 ekor / m2
    Pengangkutan : Dikemas dalam kotak styrofoam penahan panas, tahan sampai 17 jam.
    Kota tujuan : Seluruh Indonesia.
    Kapasitas pengiriman :
    UKURAN : KAPASITAS / Ekor / BOX :
    Larva : 50.000.
    2-3cm : 6.000
    3-5cm : 5.000.
    4-6cm : 4.000.
    5-7cm : 3.000
    Untuk informasi harga murah berkualitas silahkan contak person Andy 085753563403 / 081227354545, kunjungi blog kami di www.nbenih.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman (10 meter selatan Honda AHASS)
    Datang….Lihat dan tentukan keputusan yang terbaik bagi anda…..

    BalasHapus